FGD Rumah Desa Sehat Nagari Sinuruik 2026_Komitmen Nagari Untuk Fokus Turunkan Angka Stunting

Sekna Sinuruik 06 Juli 2026


Sinuruik – Pemerintah Nagari Sinuruik kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan masyarakat yang sehat melalui penyelenggaraan Forum Group Discussion (FGD) Rumah Desa Sehat (RDS) Tahun 2026, yang dilaksanakan pada Selasa, 30 Juni 2026 di Kantor Wali Nagari Sinuruik.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Nagari Sinuruik, Kepala Puskesmas, Ketua Bamus Nagari Sinuruik, para bidan jorong, kader Posyandu, serta berbagai unsur yang terlibat dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat di tingkat nagari.

FGD diawali dengan sambutan dari Kepala Puskesmas dan Ketua Bamus Nagari Sinuruik, kemudian secara resmi dibuka oleh Wali Nagari Sinuruik. Dalam sambutannya, Wali Nagari menegaskan bahwa Rumah Desa Sehat merupakan wadah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menyusun langkah-langkah percepatan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat berdasarkan data yang akurat.

Suasana diskusi berlangsung dinamis. Para peserta terlibat aktif menyampaikan berbagai pertanyaan, masukan, serta usulan terhadap berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat. Diskusi tidak hanya membahas kondisi yang ada, tetapi juga merumuskan berbagai langkah perbaikan yang akan menjadi dasar kebijakan Pemerintah Nagari ke depan.

Salah satu fokus utama FGD tahun ini adalah pembahasan data yang bersumber dari aplikasi gesitstunting.com, sebuah sistem informasi digital yang digunakan sebagai basis data kesehatan masyarakat Nagari Sinuruik. Melalui aplikasi tersebut, peserta dapat melihat secara langsung berbagai indikator penting yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan program Rumah Desa Sehat.

Beberapa data yang dibahas meliputi jumlah dan sebaran anak stunting, kondisi sarana sanitasi, ketersediaan akses air bersih, jaringan listrik rumah tangga, hingga data pertumbuhan anak berdasarkan hasil penimbangan dan pengukuran tinggi badan di Posyandu. Data perkembangan anak menjadi perhatian khusus karena mampu memberikan gambaran kondisi gizi balita secara berkala, sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Berdasarkan hasil pemaparan data, secara umum kondisi stunting di Nagari Sinuruik menunjukkan tren yang semakin membaik. Jumlah anak yang mengalami stunting terus mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi indikator positif bahwa kolaborasi antara pemerintah nagari, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta partisipasi aktif masyarakat telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan status gizi anak.

Selain membahas kondisi stunting, peserta FGD juga mengevaluasi faktor-faktor pendukung kesehatan lainnya seperti akses sanitasi layak, ketersediaan air bersih, serta pemanfaatan data digital dalam proses pengambilan keputusan. Seluruh informasi yang dihimpun melalui gesitstunting.com diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan program dan pengalokasian anggaran yang lebih tepat sasaran pada tahun-tahun mendatang.

FGD Rumah Desa Sehat ini juga merupakan bagian penting dari rangkaian proses perencanaan pembangunan Nagari Sinuruik. Setelah pelaksanaan FGD RDS, tahapan berikutnya akan dilanjutkan dengan Rembuk Stunting sebagai forum untuk merumuskan prioritas penanganan stunting berdasarkan hasil analisis data dan masukan dari berbagai pihak. Selanjutnya, seluruh rekomendasi yang dihasilkan akan dibawa ke dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Nagari sebagai forum tertinggi dalam penyusunan rencana pembangunan dan penganggaran nagari.

Melalui mekanisme tersebut, setiap rekomendasi yang lahir dari FGD tidak berhenti sebatas hasil diskusi, tetapi akan menjadi salah satu usulan prioritas dalam Musrenbang Nagari. Dengan demikian, program-program yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, peningkatan kualitas Posyandu, perbaikan sanitasi, penyediaan air bersih, penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, hingga pengembangan digitalisasi melalui aplikasi gesitstunting.com dapat diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan nagari secara berkelanjutan.

Kepala Puskesmas menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pemerintah Nagari Sinuruik dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai instrumen monitoring kesehatan masyarakat. Menurutnya, keberadaan data yang diperbarui secara berkala akan sangat membantu tenaga kesehatan dalam melakukan pemetaan masalah sekaligus menentukan prioritas intervensi.

Melalui Forum Group Discussion Rumah Desa Sehat Tahun 2026 ini, Pemerintah Nagari Sinuruik kembali menegaskan pentingnya pengambilan kebijakan berbasis data (data-driven policy). Seluruh keputusan pembangunan di bidang kesehatan diharapkan tidak lagi hanya berdasarkan perkiraan, tetapi didukung oleh data yang valid, akurat, dan diperbarui secara berkala melalui aplikasi gesitstunting.com.

Dengan kolaborasi antara pemerintah nagari, Puskesmas, Bamus, kader Posyandu, bidan jorong, dan seluruh elemen masyarakat, Nagari Sinuruik optimistis dapat terus menekan angka stunting, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar, serta mewujudkan pembangunan yang terarah, partisipatif, dan berkelanjutan menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.(DS)

Copyright © #Terusbergerak 2026